Axolotl dewasa tetap tampak seperti larva karena tidak mengalami metamorfosis: bentuk larvanya bertahan, sementara kehidupannya tetap akuatik dan insangnya tetap ada [1]. Ciri ini disebut neoteni. Jadi, sebutan "dewasa" tidak berarti axolotl harus kehilangan seluruh penampilan larvanya.
Neoteni: dewasa tanpa meninggalkan ciri larva
Axolotl adalah salamander neotenik yang berkerabat dekat dengan salamander harimau [1]. Pada spesies ini, larva tidak melewati metamorfosis; ketika dewasa, axolotl tetap hidup di air dan memiliki insang [1]. Itulah inti neoteni yang terlihat pada tubuhnya: tahap dewasa tercapai tanpa perubahan yang menghilangkan ciri larva tersebut.
Insang yang bertahan membuat perbedaan itu mudah dikenali. Namun, penjelasannya bukan sekadar soal penampilan: keberadaan insang berjalan bersama kehidupan axolotl yang tetap akuatik saat dewasa [1]. Keduanya membantu menjelaskan mengapa bentuknya masih mengingatkan pada fase larva.
Perbedaannya dari salamander yang bermetamorfosis
Pembeda utamanya adalah apakah larva mengalami metamorfosis. Pada axolotl, larva tidak mengalaminya, sehingga bentuk dewasa tetap akuatik dan berinsang [1]. Pada salamander yang mengalami metamorfosis, perubahan dari fase larva berlangsung; axolotl justru dikenal karena tidak melewati perubahan itu.
Karena itu, axolotl bukan sekadar salamander yang kebetulan terlihat muda. Ciri larvanya bertahan hingga dewasa, dan neoteni adalah istilah untuk memahami pola tersebut—bukan tanda bahwa hewan ini tidak pernah mencapai tahap dewasa.
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Axolotl. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29448155&title=Axolotl (diakses 2026-10-02).